Kamis, 19 April 2018
Selasa, 17 April 2018
ujian
Sebanyak 9 SMP/MTs yang berada di wilayah Kecamatan Dlingo hanya 3 sekolah yang mampu melaksanakan UNBK secara Mandiri di Tahun 2018. SMP 2 Dlingo satu diantara sekolah yang telah melaksanakan UNBK secara Mandiri semenjak ujian nasional dengan menggunakan komputer.
Kesiapan sekolah dan peserta didik telah diuji dengan melakukan tiga kali simulasi dan satu kali ujian PPU berbasis CBT.
Semua kegiatan simulasi dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.
SMP NEGERI 2 DLINGO
Selasa, April 17, 2018
Sebanyak 9 SMP/MTs yang berada di wilayah Kecamatan Dlingo hanya 3 sekolah yang mampu melaksanakan UNBK secara Mandiri di Tahun 2018. SMP 2 Dlingo satu diantara sekolah yang telah melaksanakan UNBK secara Mandiri semenjak ujian nasional dengan menggunakan komputer.
Kesiapan sekolah dan peserta didik telah diuji dengan melakukan tiga kali simulasi dan satu kali ujian PPU berbasis CBT.
Semua kegiatan simulasi dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.
ujian
SMP NEGERI 2 DLINGO
Selasa, April 17, 2018
Pelaksanaan UNBK telah di di depan mata, SMP 2 Dlingo sebagai sekolah penyelenggara Mandiri ( tidak mendompleng di sekolah lain) di wilayah Kecamatan Dlingo .
Berbagai peralatan pendukung telah disediakan oleh Panitia Ujian. Dengan dukungan seluruh komponen warga sekolah dan masyarakat, kami selalu berdoa semoga UNBK dapat berjalan dengan lancar.
" Komputer Client, Server, Listrik, Internet, Proktor, Teknisi, Pengawas dan lainnya telah siap, selanjutnya dukungan administrasi dari Panitia Ujian menjadi bagian dari kesuksesan kegiatan ini" tutur Haryono, S.Pd. Kepala SMP Negeri 2 Dlingo saat rapat koordinasi kesiapan UNBK.
"Semoga anak didik kita mampu memperoleh kesuskesan dalam melaksanakan ujian " imbuhnya
Dan inilah jadwal UNBK Utama dan Susulan di Tahun 2018 :
ujian
SMP NEGERI 2 DLINGO
Selasa, April 17, 2018
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK. Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah yang terdiri dari 11.096 SMP/MTs, 9.652 SMA/MA dan 9.829 SMK. Meningkatnya jumlah sekolah UNBK pada tahun 2017 ini seiring dengan kebijakan resources sharing yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yaitu memperkenankan sekolah yang sarana komputernya masih terbatas melaksanakan UNBK di sekolah lain yang sarana komputernya sudah memadai.
Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK. Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah yang terdiri dari 11.096 SMP/MTs, 9.652 SMA/MA dan 9.829 SMK. Meningkatnya jumlah sekolah UNBK pada tahun 2017 ini seiring dengan kebijakan resources sharing yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yaitu memperkenankan sekolah yang sarana komputernya masih terbatas melaksanakan UNBK di sekolah lain yang sarana komputernya sudah memadai.
Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Sabtu, 14 April 2018
Kesiswaan
SMP Negeri 2 Dlingo berkomitmen mewujudkan sekolah aman dengan melaksanakan pencegahan tindak kekerasan, penganiayaan, pelecehan, perploncoan, perundungan, pemerasan dan tindak kekerasan lainnya. Upaya yang dilakukan dengan mengintensifkan komunikasi antar warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Upaya lain yang ditempuh dengan mengadakan penyuluhan kepada peserta didik, serta walimurid melalui komite sekolah. Untuk mempermudah penanganan masalah/aduan telah dipasang papan pengumuman nomor kontak aduan di halaman depan sekolah.
SMP NEGERI 2 DLINGO
Sabtu, April 14, 2018
SMP Negeri 2 Dlingo berkomitmen mewujudkan sekolah aman dengan melaksanakan pencegahan tindak kekerasan, penganiayaan, pelecehan, perploncoan, perundungan, pemerasan dan tindak kekerasan lainnya. Upaya yang dilakukan dengan mengintensifkan komunikasi antar warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Upaya lain yang ditempuh dengan mengadakan penyuluhan kepada peserta didik, serta walimurid melalui komite sekolah. Untuk mempermudah penanganan masalah/aduan telah dipasang papan pengumuman nomor kontak aduan di halaman depan sekolah.
Rabu, 14 Maret 2018
Berita
SMP NEGERI 2 DLINGO
Rabu, Maret 14, 2018
Sekolah SMPN 2 Dlingo diresmikan sebagai sekolah Siaga Bencana (SSB) Tahun 2018 oleh Bupati Bantul. Peresmian dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Drs. Didik Warsito, MSi bertempat di Halaman SMPN 2 Dlingo, Rabu (14/32018).
Dalam laporan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 2 Dlingo Mulyono, SPd. bahwa acara terselenggara atas kerja sama antara Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Pemkab Bantul dan SMPN 2 Dlingo.
Pada acara ini, kata Mulyono, diantaranya kami undang Kepala BPBD DIY, Ka. Balai Pendidikan Menengah DIY, Kepala OPD, Muspika Kecamatan Dlingo, Kapolsek Dlingo, jajaran Kepala Desa Mangunan dan para orang tua siswa yang terkait.
Mulyono menyampaikan terima kasihnya kepada Disdikpora Kabupaten Bantul dan BPBD DIY yang telah menunjuk SMPN 2 Dlingo sebagai sekolah siaga bencana di Kabupaten Bantul. Dengan dijadikannya SMPN 2 Dlingo menjadi SSB mempunyai tambahan ilmu dibidang penanggulangan bencana. Untuk itu secara marathon selama tiga bulan di SMPN 2 Dlingo dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya sosialisasi, bimtek, dan workshop tentang siaga bencana yang diikuti oleh sekolah SD, SMP diwilayah Kecamatan Dlingo dan beberapa orang tua siswa.
"Dengan kegiatan tersebut, kami merasa mendapatkan pemahaman tentang masalah bencana dan cara penanggulangannya. Dengan harapan ilmunya dapat kami implementasikan dalam kegiatan pembelajaran secara sinergitas antara orang tua,, murid dan guru di sekolah ini," terang Mulyono.
Harapan lain, ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi generasi penerus , sehingga dapat diterapkan jika diperlukan dalam kehidupn di tengah-tengah masyarakat di wilayah Dlingo khususnya, dan daerah Kabupaten Bantul pada umumnya yang merupakan daerah rawan bencana.
Sementara sambutan Sekretaris BPBD DIY, Heru Suroso, SH mewakili Kepala BPBD DIY diantaranya menyampaikan bahwa SMPN 2 Dalingo bersama lima SMP di DIY telah ditunjuk sebagai SSB tahun 2018 ini. Dengan dilaksanakan kegiatan ini secara tidak langsung kita telah malakukan pencerdasan bersama dalam rangka penanggulangan bencana, membekali ketrampilan untuk meminimalisir akibat bencana.
Pada kesempatan tersebut dilakukan pengukuhan Tim Siaga Bencana SMPN 2 Dlingo terdiri dari para guru dengan ketua Kepala Sekolah SMPN 2 Dlingo oleh Kepala Dikpora Kabupaten Bantul Drs Didik Warsito M. Si. beserta penyerahan SK pengukuhan.
Dalam sambutan Bupati Bantul yang disampaikan oleh Pak Didik menyampaikan terima kasihnya kepada BPBD DIY yang telah menunjuk SMPN 2 Dlingo sebagai SSB di tahun ini, yang pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah menunjuk beberapa sekolah di Bantul ini sebagai sekolah siaga bencana. Karena Bantul merupakan salah satu daerah di DIY yang merupakan daerah rawan bencana, dengan pemberian bekal pengetahuan dan ketrampilan tersebut akan sangat berguna bagi para guru, siswa maupun masyarakat sekitarnya.
Terkait hal lain, yaitu dengan semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nsional (Unas), Pak Didik menyampaikan pesan kepada anak-anak kelas IX SMPN 2 Dlingo dan sekolah lainya di Kabupaten Bantul untuk betul-betul mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan beberapa waktu lagi.
Himbauan Bapak Bupati Bantul, tambahnya, keberhasilan Unas di Bantul diharapkan bisa naik kelas, karena pada tahun lalu Bantul menduduki rangking tiga se DIY.
Didik menyampaikan pula bahwa mulai tahun ini Bantul menerapkan zonasi jarak, zonasi Sarpras dan zonasi distribusi guru untuk SMP di Wilayah Kabupaten Bantul. Artinya sebuah Sekolah khususnya SMP untuk dapat menampung anak didik yang ada di wilayah sekitarnya, para guru akan didistribusikan sesuai kebutuhannya. Sehingga nanti tidak ada sekolah favorit dan kurang favorit, serta tidak ada guru yang selamanya mengajar di satu sekolahan. (Sihumas Polsek dlingo)
Dalam laporan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 2 Dlingo Mulyono, SPd. bahwa acara terselenggara atas kerja sama antara Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Pemkab Bantul dan SMPN 2 Dlingo.
Pada acara ini, kata Mulyono, diantaranya kami undang Kepala BPBD DIY, Ka. Balai Pendidikan Menengah DIY, Kepala OPD, Muspika Kecamatan Dlingo, Kapolsek Dlingo, jajaran Kepala Desa Mangunan dan para orang tua siswa yang terkait.
Mulyono menyampaikan terima kasihnya kepada Disdikpora Kabupaten Bantul dan BPBD DIY yang telah menunjuk SMPN 2 Dlingo sebagai sekolah siaga bencana di Kabupaten Bantul. Dengan dijadikannya SMPN 2 Dlingo menjadi SSB mempunyai tambahan ilmu dibidang penanggulangan bencana. Untuk itu secara marathon selama tiga bulan di SMPN 2 Dlingo dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya sosialisasi, bimtek, dan workshop tentang siaga bencana yang diikuti oleh sekolah SD, SMP diwilayah Kecamatan Dlingo dan beberapa orang tua siswa.
"Dengan kegiatan tersebut, kami merasa mendapatkan pemahaman tentang masalah bencana dan cara penanggulangannya. Dengan harapan ilmunya dapat kami implementasikan dalam kegiatan pembelajaran secara sinergitas antara orang tua,, murid dan guru di sekolah ini," terang Mulyono.
Harapan lain, ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi generasi penerus , sehingga dapat diterapkan jika diperlukan dalam kehidupn di tengah-tengah masyarakat di wilayah Dlingo khususnya, dan daerah Kabupaten Bantul pada umumnya yang merupakan daerah rawan bencana.
Sementara sambutan Sekretaris BPBD DIY, Heru Suroso, SH mewakili Kepala BPBD DIY diantaranya menyampaikan bahwa SMPN 2 Dalingo bersama lima SMP di DIY telah ditunjuk sebagai SSB tahun 2018 ini. Dengan dilaksanakan kegiatan ini secara tidak langsung kita telah malakukan pencerdasan bersama dalam rangka penanggulangan bencana, membekali ketrampilan untuk meminimalisir akibat bencana.
Pada kesempatan tersebut dilakukan pengukuhan Tim Siaga Bencana SMPN 2 Dlingo terdiri dari para guru dengan ketua Kepala Sekolah SMPN 2 Dlingo oleh Kepala Dikpora Kabupaten Bantul Drs Didik Warsito M. Si. beserta penyerahan SK pengukuhan.
Dalam sambutan Bupati Bantul yang disampaikan oleh Pak Didik menyampaikan terima kasihnya kepada BPBD DIY yang telah menunjuk SMPN 2 Dlingo sebagai SSB di tahun ini, yang pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah menunjuk beberapa sekolah di Bantul ini sebagai sekolah siaga bencana. Karena Bantul merupakan salah satu daerah di DIY yang merupakan daerah rawan bencana, dengan pemberian bekal pengetahuan dan ketrampilan tersebut akan sangat berguna bagi para guru, siswa maupun masyarakat sekitarnya.
Terkait hal lain, yaitu dengan semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nsional (Unas), Pak Didik menyampaikan pesan kepada anak-anak kelas IX SMPN 2 Dlingo dan sekolah lainya di Kabupaten Bantul untuk betul-betul mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan beberapa waktu lagi.
Himbauan Bapak Bupati Bantul, tambahnya, keberhasilan Unas di Bantul diharapkan bisa naik kelas, karena pada tahun lalu Bantul menduduki rangking tiga se DIY.
Didik menyampaikan pula bahwa mulai tahun ini Bantul menerapkan zonasi jarak, zonasi Sarpras dan zonasi distribusi guru untuk SMP di Wilayah Kabupaten Bantul. Artinya sebuah Sekolah khususnya SMP untuk dapat menampung anak didik yang ada di wilayah sekitarnya, para guru akan didistribusikan sesuai kebutuhannya. Sehingga nanti tidak ada sekolah favorit dan kurang favorit, serta tidak ada guru yang selamanya mengajar di satu sekolahan. (Sihumas Polsek dlingo)
Langganan:
Postingan (Atom)






